Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fenomena Sosial

Memerangi Patriarki

Gambar
Foto: Denisse Rachel   Patriarki adalah suatu kepercayaan dan sistem di masyarakat yang memposisikan laki-laki, terutama laki-laki cishet di kedudukan tertinggi dalam hierarki sosial. Hal ini mengartikan bahwa laki-laki mempunyai kekuatan atau kekuasaan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan dan kelompok marjinal lainnya baik dalam ranah sosial, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, dan bahkan personal. Kepercayaan yang dibuat oleh laki-laki ini telah merugikan perempuan dalam berbagai situasi, yakni dalam kepemilikan hak yang seharusnya, atau setara dengan laki-laki baik di konteks pekerjaan, pendidikan, serta hal-hal yang menyangkut personal seperti pernikahan. Melihat ini, Denisse Rachel menjadi terdorong untuk memerangi patriarki dengan memperjuangkan hak perempuan. Pada tahun 2023, Denisse diangkat menjadi wakil presiden Girl Up Unpad, yakni sebuah organisasi nonprofit di bawah naungan UN Foundation yang berpusat pada perempuan dan kelompok marjinal untuk mengkampanyekan ten...

Ketergantungan Ponsel dan Pengaruhnya Pada Kualitas Hidup

Gambar
Foto: Ayasha Hadisumarto Ponsel telah menjadi salah satu benda yang paling penting bagi generasi sekarang. Selain karena multifungsi dan mampu menyimpan informasi penting, ponsel juga membantu menghubungkan satu individu dengan individu lainnya tanpa harus bertemu. Teknologi canggih masa kini tersebut mustahil untuk tidak dimiliki oleh sebagian besar penduduk di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun dengan hadirnya ponsel, muncul masalah yang mengkhawatirkan khalayak yakni lahirnya fenomena sosial bernama ketergantungan ponsel. Fenomena ini diderita oleh pengguna ponsel dan dapat membahayakan hidup jika sudah kronis. Gejalanya berupa ketidakmampuan untuk lepas dari gadget dalam jangka waktu pendek maupun panjang. "Kalau nggak ada HP di dekat saya atau lagi nggak megang HP, saya jadi panik, khawatir. Gara-gara itu, waktu saya banyak terbuang karena saya main HP terus. Waktu ke toilet, saya sendiri bawa HP. Separah itu," kata Ayasha Hadisumarto, salah satu mantan 'korban...

Lima Jenis Love Language: Pengertian dan Penjelasannya

Gambar
  Foto: Florance Cheryl Love language atau biasa disebut bahasa cinta adalah berbagai macam cara seseorang untuk mengekspresikan atau menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang terhadap pasangannya. Hal ini lazim ditemui di kalangan anak muda yang sedang kasmaran bahkan pasangan yang sudah menikah. Nah, Sobat Katarasa! Tahukah kalian kalau love language memiliki lima jenis, ada apa saja sih? Yuk, bahas lebih dalam di artikel ini bersama dengan Florance Cheryl, seorang mahasiswi Perhotelan di Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta yang saat ini sedang menjalin hubungan.  1. Act of Service Bahasa cinta ini merupakan ekspresi kasih sayang melalui tindakan yang dilakukan tanpa disuruh, murni inisiatif. Seseorang yang memiliki love language act of service sering melakukan hal-hal kecil, contohnya inisiatif mengambilkan minuman, kemudian dibukakan botolnya untuk pasangan mereka.  2. Word of Affirmation Love language satu ini membuat seseorang menunjukkan rasa cinta melalui kata...

Mengenal Tren Bahasa Jaksel

Gambar
  Foto: Mutiara Safina Siapa sih yang tidak tahu tentang bahasa anak Jaksel atau bahasa Jakarta Selatan? Tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita mendengar istilah bahasa Jaksel. Seperti namanya, bahasa tersebut merupakan fenomena bahasa baru yang awal mulanya dari masyarakat kalangan atas, mayoritas yang tinggal di Jakarta Selatan. Mereka memiliki kebiasaan mengkombinasikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, kemudian mulai menyebar ke warga Jaksel pada umumnya hingga berlanjut sampai masa kini. Fenomena bahasa ini bermula dari anggapan warga bahwa wilayah Jakarta Selatan adalah wilayah yang trendi dan sering menjadi pelopor tren di Jakarta baik dari cara berpakaian, makanan, sampai tentu saja, bahasa. Popularitas bahasa ini berkembang sejak awal 2018, kemudian semakin menyebar pada era pandemi, yakni tahun 2020 via media sosial seperti Twitter, Instagram, serta Tiktok, tentunya.   Penggunaan bahasa Jaksel dapat dikenali dengan ciri khasnya yang memakai kosakata bahasa I...

Narsisme dan Rentetan Fenomenanya di Media Sosial

Gambar
Foto: Pinterest Narsisme adalah suatu kondisi psikologis di mana individu memiliki perasaan berlebihan akan kepentingan diri sendiri, keinginan untuk dipuji dan diakui, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Fenomena sikap narsistik merujuk pada peningkatan sikap atau perilaku yang berkaitan dengan narsisme dalam masyarakat. Berikut adalah ciri-ciri umum yang sering ditemui pada orang dengan sikap narsistik: Obsesi dengan Citra dan Penampilan Fenomena ini terlihat dalam upaya individu untuk selalu tampil sempurna dan memperoleh pengakuan dari orang lain berdasarkan penampilan mereka. Kekuasaan dan Dominasi Beberapa individu dengan sikap narsistik cenderung memiliki dorongan kuat untuk menguasai dan mendominasi orang lain. Kekurangan Empati Individu dengan sikap narsistik seringkali cenderung memprioritaskan kebutuhan dan kepentingan pribadi mereka sendiri tanpa memperhatikan atau memahami perasaan orang lain. Pencarian Pengakuan dan Pujian Orang dengan sikap narsistik cenderung me...

Kenali Empat Gaya Komunikasi di Sekitarmu!

Gambar
Foto: Unsplash Komunikasi adalah kunci penting dalam interaksi antar-manusia. Setiap gaya komunikasi memiliki ciri khas tersendiri dan dampak yang berbeda dalam berbagai situasi.  Kali ini kita akan membahas 4 gaya komunikasi yang paling umum dari yang negatif hingga positif sehingga kamu dapat mengenalinya dari orang sekitar dan dirimu sendiri, Sobat Katarasa! Tentu saja, kita akan membahas cara mempraktikan gaya komunikasi terbaik demi menghasilkan relasi yang lebih berkualitas! Gaya Pasif Jika gaya komunikasi memiliki skala konflik, gaya pasif dapat dikatakan paling mendekati angka nol atau jauh dari konflik. Namun, hal ini bukan berarti seluruhnya positif. Gaya komunikasi pasif ditandai dengan keengganan untuk menyatakan pendapat, kebutuhan, atau perasaan secara jelas. Seseorang yang menggunakan gaya komunikasi pasif cenderung menghindari konflik dan sering kali membiarkan orang lain mengambil keputusan. Orang-orang ini mungkin merasa sulit untuk menolak permintaan orang lain a...

Perilaku Impulsif dalam Berbelanja Online

Gambar
  Foto: Putri Nurhaliza Perilaku impulsif menjadi semakin umum terjadi di era digital saat ini, terutama karena adanya online shop . Toko online menyediakan akses mudah ke berbagai produk yang diinginkan dengan harga yang terjangkau. Namun menurut narasumber kita yang bernama Azka, perilaku impulsif dalam berbelanja online dapat berdampak negatif pada keuangan dan kesehatan mental seseorang. Perilaku impulsif adalah tindakan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan konsekuensi atau dampak jangka panjang. Dalam konteks toko online , perilaku impulsif seringkali terjadi ketika seseorang membeli produk secara spontan tanpa mempertimbangkan apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak. Hal ini dapat mengakibatkan pengeluaran yang tidak terduga dan berdampak pada kondisi keuangan individu. Selain itu, perilaku impulsif saat berbelanja online juga dapat memicu stres dan kecemasan. Kebanyakan orang yang melakukan pembelian secara impulsif seringkali merasa bersalah dan menyesal setelahnya...